Gasebo

Keduanya, Minghao dan Mingyu berjalan beriringan menuju gasebo sekolah. Disana memang biasa digunakan beberapa siswa untuk belajar atau sekadar nongkrong bersama.

“Oh ya, karna kita gak ada laptop jadi kita tulis aja dulu ya point-point yang mau kita masukkin ke makalah apa aja.” Minghao berucap sambil melayangkan pandangannya ke seluruh penjuru area sekolah.

“Iya, gua aja yang nulis nanti gua fotoin terus kirim ke lu.”

Minghao mengangguk. “Oh ya, gua mau beli jajan dulu. Lu duduk aja duluan.”

Tanpa menunggu persetujuan, Minghao langsung berlari laju ke arah kantin. Untungnya kantin sekolah mereka masih buka hingga pukul 4 sore.

Mingyu yang menatap punggung Minghao mulai jauh, hanya bisa menghela napasnya.

Tanpa menunggu lama Mingyu langsung mendudukan dirinya di gasebo sekolah. Mulai mengeluarkan alat tulisnya.

Otaknya asik melamun dengan tangan yang entah sibuk menulis apa di atas buku.

“Hoi, mingyu.”

Agak kaget, Mingyu mendongak mendapati Minghao sudah ada di depannya.

“Nih.”

Minghao menyodorkan sekotak susu coklat kesukaan Mingyu.

“Gua gak tau lu suka apa jadi gua beliin ini aja. Tenang gak gua emut kok sedotannya.” Lanjut Minghao sambil menyesap sekaleng soda di tangannya.

Mingyu terdiam. Menatap Minghao dan kotak susu yang ada di depannya.

“Thanks.” Mingyu menerima susu yang diberikan padanya. Mengabaikan Minghao yang mulai berceloteh di depannya.

Dengan wajah tanpa ekspresi dan tangan yang berusaha menusukkan sedotan ke kotak susu, membuat Mingyu tak sadar ditatap Minghao aneh.

“Sumpah, lu dari kemarin aneh. Sini gua tusukkin.”

Tanpa aba-aba, Minghao merebut kotak susu yang ada di tangan Mingyu, menusukkan sedotan di lubang yang tersedia.

“Nih.” Minghao menyodorkan kembali ke Mingyu.

Melihat keduanya diam beberapa detik membuat Minghao berdecak jengkel.

“Anjir lu.”

Minghao menyuapkan sedotan susu yang masih bersih itu ke dalam mulut Mingyu.

“Minum.”

Mingyu terbelalak. Dengan sigap memegang kotak susu yang di sodorkan ke arahnya. Menyesap rasa coklat yang ada di mulutnya.

“Jangan ngelamun. Ntar ketempelan.”

Mingyu masih menatap Minghao lekat. Yang anehnya, dada Mingyu terasa geli.

DEG

Dadanya kenapa?