•Happy Birthday•

Jeonghan dengan gugup mondar-mandir berulang kali di dalam kamar tidurnya. Dia bimbang. Hari ini adalah ulang tahun Seungcheol. Pacarnya. Dan saat ini pacarnya izin bahwa dia lembur kerja. Jeonghan ingin memberi kejutan untuk kekasihnya yang satu itu. Namun ide yang ia pakai membuatnya menyesal saat ini. Betapa bodohnya dia mau memakai saran dari Joshua. Yang notabene orang paling mesum yang pernah ia kenal.

Entah apa yang merasuki Jeonghan, ia pergi membeli lingerie berwarna ungu tua berbahan sutra di salah satu toko kecil di sudut kota. Dia harus merelakan harga dirinya saat membeli itu.

Sebuah pesan singkat muncul di layar ponselnya. Dengan buru-buru Jeonghan mengambil ponselnya.

Melihat bahwa sang kekasih yang memberinya pesan.

'15 menit lagi aku pulang. Batal lembur hehe.'

Bagai disiram air panas, Jeonghan makin kalang kabut. Apakah harus ia memakai itu? Joshua sialan. Dan betapa bodohnya dia mau di hasut oleh kawannya satu itu. Dengan kasar dia menghela napasnya. Sudah ia putuskan. Mungkin memberi sedikit hadiah tak biasa untuk kekasihnya, boleh juga.

****

Seungcheol memasuki apartemennya dengan tenang. Dia heran kemana perginya Jeonghan. Dia melepas sepatunya, lalu melangkah pelan memasuki apartemennya lebih dalam.

“Han.” panggilnya keras.

“Hannie?”

Tak ada jawaban. Seungcheol bingung. Dia mengecek dapur, ruang tengah serta kamar mandinya. Tak ada keberadaan sang kekasih.

Seungcheol membuka kamar tidurnya. Hening dan gelap. Seungcheol heran.

“Han?”

“C-cheol.”

Seungcheol tersentak. Dia segera menyalakan lampu tidurnya.

Betapa kagetnya Seungcheol melihat Jeonghan terbaring di atas kasur memakai lingerie berwarna ungu, dengan renda di ujungnya, serta wajah yang memerah. Jangan lupakan kedua kaki Jeonghan yang terbuka lebar. Seakan menggoda Seungcheol untuk menyantapnya.

Rambut hitam Jeonghan berantakan. Terlihat jelas bahwa ia malu dan juga gugup. Terbukti dengan ia menggigit bibir bawahnya.

“Shit, Han.” bisik Seungcheol.

Ia segera melepas kemeja kerjanya, sabuk, serta celananya.

Menyisakan celana dalam berwarna hitam.

Seungcheol berjalan mendekati Jeonghan, dan menaiki atas kasurnya. Menindih Jeonghan.

“How can you wear this beautiful lingerie?” bisik Seungcheol sambil melesakkan hidungnya di leher Jeonghan.

Jeonghan mendongak. Memberi akses Seungcheol untuk menikmati lehernya.

“Special untuk ulang tahunmu hari ini.” balas Jeonghan tak kalah berbisik.

“You look so sexy. Fucking beautiful.” ujar Seungcheol sambil menatap lekat Jeonghan dengan napas yang tak teratur.

“Ini warna kesukaanmu, bukan?”

Dalam sekejap Seungcheol menyambar bibir Jeonghan. Membungkam suaranya. Menekan bibirnya erat-erat ke bibir Jeonghan. Dengan menggoda dia mengusap nipple kiri Jeonghan menggunakan ibu jarinya. Membuat lelaki yang ada di bawahnya mengerang.

Tak tinggal diam, Seungcheol melesakkan lidahnya ke dalam mulut Jeonghan. Dia mengerang dalam ciuman Seungcheol. Reflek, lengannya ia lingkarkan ke leher Seungcheol. Menariknya makin dekat.

Jeonghan bisa merasakan tangan besar Seungcheol meraba seluruh tubuhnya yang dibalut oleh kain tipis berbahan sutra. Tubuhnya memanas.

Tangan Seungcheol bergerak naik menuju dadanya. Mengusap pelan kedua nipplenya. Sesekali mencubit dan memelintirnya.

“Ahngg..” Erang Jeonghan setelah melepas paksa ciumannya.

Seungcheol menggerakkan bibirnya mengecup rahang, leher, serta bahu kekasihnya. Menghisap rakus leher jenjang Jeonghan, menjilat sepanjang tenggorokan hingga dagunya, serta menggigitnya gemas di seluruh area. Tak berniat meninggalkan seincipun.

Tangannya yang besar bergerak meremas dada Jeonghan.

Jeonghan mengerang keras. “Fuck... Hahh... Ahh...”

Seungcheol menggerakkan tangannya ke paha Jeonghan. Mengusapnya sensual, tanpa berniat menyentuh penis Jeonghan yang sudah keras dan basah.

Tangan Seungcheol bergerak menurunkan lingerie Jeonghan. Agar leluasa menikmati dada kekasihnya.

Lidahnya ia julurkan untuk menjilat nipple Jeonghan yang sudah menonjol. Berwarna kemerahan.

“Ngahh... Hahh.. Cheolhh..”

Seungcheol mengulum nipple Jeonghan gemas. Sambil menatap ekspresi keenakan Jeonghan.

Seungcheol tak berhenti. Dengan gemas ia menggigit dan menarik nipple Jeonghan. Menggodanya dengan sengaja.

“Ahhh.... Yeshhh... Uhhh...”

Jeonghan merintih. Pipinya memerah, rambutnya makin berantakan.

“Just fuck me already.” ujar Jeonghan dengan napas yang tersengal. Tak sabar ingin di sentuh oleh kekasihnya.

Seungcheol melepaskan kulumannya, dan menyeringai memandang wajah Jeonghan yang memerah.

“Open your mouth, babe.”

Joenghan membuka mulutnya lebar. Dengan cepat Seungcheol memasukkan kedua jarinya ke dalam mulut hangat Jeonghan.

Jeonghan menggerakkan lidahnya di sepanjang jari-jari Seungcheol. Membasahinya. Dia tahu bahwa Seungcheol menyukainya.

Ketika sudah merasa cukup basah, Seungcheol menarik jarinya keluar. Dia menyibak lingerie yang dipakai Jeonghan ke atas. Menampilkan penis Jeonghan yang sudah tegak dan basah diujungnya.

“Betapa nakalnya kamu saat ini.” ucap Seungcheol dengan nada rendah, membuat Jeonghan merengek tak sabar.

Dengan menggoda, Seungcheol mengelus pelan pinggiran lubang Jeonghan. Bisa ia rasakan, lubang Jeonghan yang megerut sebagai respon. Seungcheol menyeringai.

Perlahan, dia memasukkan jarinya ke dalam lubang Jeonghan. Membuat Jeonghan mengerang. Mendongak nikmat saat merasakan lubang nya terisi oleh sesuatu.

Seungcheol mendorong jarinya makin dalam. Berusaha mencari special spot kekasihnya. Dengan tak sabaran ia menggerakkan cepat keluar masuk. Sambil mengobrak-abrik lubang Jeonghan. Menimbulkan suara erotis di seluruh kamar.

“Ahhh.. Hahh.. Cheolhh... Shitt...”

Jarinya ia gerakkan seperti gunting. Menjajah dinding lubang Jeonghan dengan brutal. Menekan segala penjuru. Membuat Jeonghan mengerang keras.

Seungcheol berulang kali menyentuh prostat Jeonghan. Membuat pahanya bergetar. Pinggulnya ia angkat, seperti pasrah. Membiarkan lubangnya dihajar oleh Seungcheol.

Seungcheol mengeluarkan jarinya. Menimbulkan erangan protes dari Jeonghan.

Seungcheol melepas celana dalamnya, memposisikan penisnya yang sudah tegak dan keras di depan lubang Jeonghan.

“Tanpa lube, gak masalah?” tanya Seungcheol sambil mengelus paha Jeonghan lembut.

Jeonghan ngangguk. “Gak masalah. Just fuck me, please.”

Seungcheol menyeringai. Dengan gemas ia meremas penis Jeonghan.

“Akhhh... Hah.. Hahh..”

“Anything for you, baby.”

Seungcheol mendorong penisnya memasuki lubang ketat Jeonghan. Jeonghan merasa napasnya tersekat. Dia mendongak dengan mulut yang terbuka. Merasakan penis Seungcheol memasuki lubangnya semakin dalam dan dalam. Merasa lubang nya penuh dengan kejantanan Seungcheol.

Seungcheol diam beberapa detik, lalu mulai menarik keluar dan masuk penisnya. Awalnya lambat, namun makin lama makin cepat. Jeonghan menikmati lubangnya yang di hantam oleh penis Seungcheol. Membiarkan lubangnya merenggang lebar. Suara kecipak basah memenuhi ruangan mereka.

Seungcheol membuat tusukan cepat dan keras. Jeonghan mulai mengerang. Menggerakkan pinggulnya untuk mencari kenikmatan lebih. Ketika Seungcheol mengenai prostatnya, Jeonghan terbelalak. Mulutnya terbuka. Mengerang keras akan kenikmatan yang ia rasakan.

Tangan Jeonghan bergerak meremas rambut Seungcheol. Mencari pelampiasan kenikmatannya.

Seungcheol semakin sering menumbuk prostat Jeonghan. Membuat sang empu memekik keenakan.

Tangannya bergerak menuju punggung Seungcheol. Mencari tumpuan.

Seungcheol bergerak makin cepat. Gesekan di lubang Jeonghan semakin tak beraturan. Keduanya sudah hampir dekat.

“Cheol- ahh.. Cheolhh.. Aku...”

Jeonghan menyemburkan cairannya. Seluruh tubuhnya bergetar.

Seungcheol mendorong penisnya lebih keras di dalam lubang Jeonghan yang sangat ketat. Efek orgasme, membuat Seungcheol susah bergerak di dalamnya.

Dengan tak terkendali Seungcheol mulai menumbuk terus menerus. Sudah merasa dirinya dekat.

“Hann..” erang Seungcheol keras.

Seungcheol menyemburkan cairannya ke dalam lubang Jeonghan. Mendorongnya lebih dalam memasuki lubang kekasihnya.

Keduanya tetap di tempat. Saling terengah-engah. Seungcheol mengecup bibir Jeonghan lembut.

“Thanks, Han.”

Jeonghan tersenyum lemah. “Happy birthday, Cheol.”

Seungcheol terkekeh. “Thanks for the gift.”

“Anything for you, Cheol.”