–, Kondom
Bisa dibilang Mingyu seleranya agak aneh. Gimana bisa dia suka pelanggannya sendiri yang selalu beli kondom tiap malam Minggu sekali.
Ini bermula sejak sebulan yang lalu. Mingyu kebetulan kebagian jaga waktu malam. Tau kan kalo kedapetan jam malam itu ngantuknya bukan main?
Saat itu Mingyu sedang ngantuk-ngantuknya. Dia sibuk menguap entah sudah berapa kali. Matanya langsung melotot segar saat pemuda manis dan imut mendatangi tempat kasirnya. Suaranya juga lembut.
“Mas. Tolong kondom sutranya satu.”
Mingyu jujur cengo bukan main. Ia segera mengambil pesanan pelanggannya itu. Wajah Mingyu agak kaget tapi juga sedikit geli. Ternyata lelaki di depannya ini gak sepolos kelihatannya.
Dan minggu-minggu berikutnya, Mingyu selalu bertemu dengan pelanggan manisnya dengan agenda yang sama. Membeli kondom.
Tekatnya ia bulatkan. Mingyu masa bodo dibilang lancang atau ikut campur. Rasa penasarannya sudah ia tahan hingga sebulan lebih. Kini saatnya ia bergerak.
“Mas. Tiap Minggu 'main' sama pacarnya ya?”
Lega. Mingyu sudah lega mengeluarkan aspirasinya.
Pelanggan di depan Mingyu memerah malu. Kelihatan sekali wajahnya merah padam hingga lehernya.
“E-eh. Bukan buat saya mas. Ini buat temen saya. Dia nyuruh saya. Astaga pasti saya keliatan mesum ya di mata masnya.”
Mingyu tertawa lepas. “Jujur iya mas. Masnya sebulan ini beli kondom di saya. Saya kira emang sering main.”
Pelanggan di depannya ini menggeleng cepat. “Gak kok mas. Emang saya mau sama siapa. Jomblo gini.”
“Oh jomblo? Bagus deh. Nama masnya siapa?”
Pelanggan yang ada di depan Mingyu menyerahkan uang ke arahnya.
“Minghao, mas.”
Mingyu mengangguk paham. Ia merobek kertas struk ke arah Minghao, dan memberikan kembaliannya.
“Nama saya Mingyu. Mau nyoba kondomnya sama saya gak?”