Les Pertama
Keduanya sibuk masing-masing. Suasana diantara Hoshi dan juga Jihoon agak sedikit aneh.
Jihoon akan bersuara seperlunya untuk mengajarkan rumus-rumus dan sedikit penjelasan. Hoshi pun akan bersuara jika dirinya bertanya akan sesuatu. Terlihat sekali keduanya tidak akur.
“Gua udah ngerti. Mending lu pulang.”
Jihoon melirik tak minat.
“Kerjaan gua sampe jam 5 sore. Tenang aja gua juga ada tugas habis ini.”
Hoshi melirik jam dinding di rumahnya. Masih pukul 4 sore. Dia berpikir keras. Bagaimana cara mengusir Jihoon?
“Lu gak mau nyusul mama gua?”
Jihoon seketika bersemangat. “Emang Tante Ratna dimana?”
Hoshi diam sejenak. Otaknya berpikir keras.
“Ke rumah lu. Dia lagi diskusi sama ibu lu.”
Jihoon tanpa pikir panjang langsung berdiri.
“Kok lu gak bilang?!”
Hoshi hanya memutar matanya malas.
“Oh iya, minta nomor lu biar les berikutnya lu yang tentuin.”
Jihoon menyerahkan ponselnya.
Hoshi dengan ragu menerima ponsel milik Jihoon, mulai memasukkan nomor ponselnya.
“Dah.”
Jihoon tersenyun lebar. Yah, walaupun dia tak suka dengan anak crushnya, demi kepercayaan yang sudah diberikan Tante Ratna terhadapnya, Jihoon harus mengajari dengan serius.
“Kalo gitu gua pergi dulu, bye.”
Jihoon segera pergi setelah membereskan barang-barangnya.
Hoshi tersenyun cerdik diam-diam, menatap punggung Jihon yang menghilang.