Makalah

Mingyu menahan napas saat batang hidung Minghao sudah terlihat.

Sedikit ogah-ogahan dan malas-malasan, Minghao berjalan ke arah bangkunya yang tepat di depan Mingyu.

“Pagi.” Sapa Minghao cuek sambil mendudukan pantatnya di bangku mejanya.

Tanpa mendengar jawaban Mingyu, Minghao membalikkan badannya, berhadapan dengan Mingyu.

“Jadi makalah kita gimana? Lu mau ambil bab yang mana?”

Mingyu masih enggan menatap langsung wajah Minghao.

“Gua ambil pembahasan sama penutup aja.”

Mingjao mengangkat alisnya heran.

“Gua apaan? Pendahuluan aja? Gila lu. Gua gak kerja dong.”

Mingyu mendengus geli. Dimana-mana orang senang jika bekerja sedikit.

“Iya, biar gua sisanya.”

Minghao menggebrak meja tak terima. “Gua gak mau.”

Mingyu menghela napasnya lelah. Kenapa Minghao tak ingin mengalah?

“Kan enak kerjaan lu sedikit. Kenapa gak mau?”

Mingyu masih enggan menatap Minghao, ia sibuk menulis di bukunya.

“Karna kita berdua satu kelompok. Gua sama lu barengan. Gua tau susahnya bikin makalah gimana. Jadi gak usah sok pinter dah lu.”

Mingyu masih diam. Wajahnya masih betah menunduk menatap buku yang ada di atas mejanya.

Minghao yang melihat tingkah Mingyu yang aneh itupun sudah mulai frustasi.

“Lu kenapa sih?”

Minghao berusaha mempertemukan netra Mingyu dengan netra miliknya.

“Mingyu.”

Diam. Masih enggan menatap.

“Mingyu.”

Minghao sudah habis kesabaran.

“Mingyu!”

SET

Kini tangannya menangkap rahang Mingyu. Memaksa wajah Mingyu untuk menatapnya.

“Lu denger gak?”

Mingyu yang tak siap bertatapan, tak sengaja menahan napas. Menatap Minghao yang menatapnya kesal.

“Iya, denger.” Ujarnya agak lirih.

“Bagus. Jadi gak ada penolakan. Kita berdua kerja bareng. Kapan lu luang? Habis pulang sekolah gimana? Ngerjainnya di gasebo deket kantin.”

Mingyu hanya mengangguk kaku. Tangan Minghao belum lepas dari rahangnya.

“Okedeh. Kalo gitu nanti habis pulang sekolah lu tungguin gua.”

Minghao melepaskan tangannya dari rahang Mingyu. Tersenyum puas sambil membalikkan badannya kembali. Tanpa ia tahu betapa merahnya wajah Mingyu di belakangnya.

“Fuck.” Gumam Mingyu dalam hati.