–,Pocky
Jun menyangga dagunya, menatap Jihoon lekat-lekat. Menikmati wajah pacarnya yang menggemaskan.
Jihoon menaikkan alisnya heran, bingung dengan tingkah Jun yang aneh saat ini.
“Kenapa kamu?” tanya Jihoon dengan tangan dan mulut yang sibuk menyantap jajan pocky-nya yang baru saja ia beli.
“Gak papa.”
Jihoon memutar matanya malas. Masih asik menikmati cemilannya.
“Gak usah bohong. Bilang cepet.”
Jun menghela napasnya. Masih asik menatap Jihoon.
“Kamu lagi godain aku ya?”
Jihoon hampir tersedak potongan pocky-nya. Menatap Jun tak mengerti.
“Hah?”
Mulut Jihoon sibuk melumat dan menyantap potongan pocky yang di selimuti coklat di sekelilingnya. Menatap Jun tak mengerti.
“Tuh. Sengaja ya? Aku gak peduli kalo sekarang kita di umum loh.”
Jihoon memutar matanya malas. Benar-benar tak paham dengan isi kepala Jun. Tangan Jihoon mengambil sebatang Pocky yang baru. Ia gigit di antara giginya. Tangannya sibuk mmebuka ponsel miliknya.
“Gak jelas.” gumamnya.
Jun bangkit dari duduknya, mendekatkan wajahnya ke arah Jihoon. Tangannya menangkup rahang Jihoon erat-erat. Membuat sang empu tersentak.
Jun menatap Jihoon lekat-lekat. Menikmati ekspresi Jihoon yang bingung dan bertanya-tanya.
“Kamu tahu gak, kamu udah bikin sesuatu bangun dari tidurnya.” bisiknya lirih tepat di depan wajah Jihoon.
Jihoon masih diam. Matanya melotot dengan mulut yang sedikit terbuka, dengan batang Pocky di giginya.
“Diem gini aja kamu imut. Apalagi pas makan Pocky tadi.”
Wajah Jihoon memerah. Masih diam. Menatap Jun balik, tak kalah menantang.
“Tapi caramu makan itu sengaja dibikin gitu ya? Biar apa, hm?”
Jun memiringkan wajahnya. Masih menatap Jihoon lekat-lekat.
“Mau kumakan ya?” Jihoon terlonjak.
Detik berikutnya, Jun mendekatkan wajahnya lebih dekat dengan wajah Jihoon. Mulutnya menyantap batang Pocky yang digigit oleh Jihoon. Membuat sang empu tersentak.
Jun masih menatap Jihoon intens. Mendekatkan wajahnya tak bersisa dengan lelaki di hadapannya itu.
Hingga bibir Jun yang hampir menyentuh bibir Jihoon, Jun memotong batang Pocky yang ia santap. Menjauhkan wajahnya dari Jihoon.
Matanya masih menatap Jihoon lekat-lekat. Dengan seringai tipis terbingkai di wajahnya.
“Sering-sering makan Pocky, ya. Biar aku bisa makan dari mulut kamu.”
Jun mendekatkan wajahnya lagi. Kini mengecup bibir Jihoon yang memerah terbuka. Di akhiri dengan jilatan kecil di ujung bibirnya.
“Ada noda coklat. Aku bantu bersihin.”
Berikutnya, Jun pergi meninggalkan Jihoon, dengan seringai lebar di bibirnya.
“Btw, kamu makin imut kalo bingung.” teriaknya sambil melambai kebelakang.
Jihoon menatap punggung Jun dalan diam. Wajahnya memerah dengan bibir yang gemetar. Jantungnya berdetak tak karuan, berbeda dengan ekspresi marah yang ia tunjukan saat ini.
“JUN SIALANNNN!”
Jun terkekeh. Ia tahu, Jihoon suka. Dia saja yang pura-pura tak suka. Jun yakin keesokan harinya, Jihoon akan menyantap Pocky dengan varian rasa yang lain.
'Dasar tsundere.'