–, Teman khayalan
Wonwoo punya teman khayalan. Namanya Mingyu. Sedari kecil, ia sudah bermain dengan Mingyu. Mengobrol, tertawa bersama dan bermain sama. Keluarganya tahu akan keberadaan teman khayalannya.
Seiring Wonwoo tumbuh dewasa, Mingyu juga tumbuh bersamanya.
Wonwoo sadar bahwa Mingyu hanya imajinasinya. Pikirannya terbuka. Tidak seharusnya ia menganggap Mingyu itu ada. Mingyu itu tidak ada. Sosoknya hanya bentuk imajinasi kecil dari otaknya.
Wonwoo berusaha mengabaikan keberadaan Mingyu. Menganggap bahwa Mingyu itu tidak ada. Lebih memilih menghabiskan waktu bersama teman-temannya.
Mingyu marah. Saat dulu dia menghabiskan waktu dengan Wonwoo, kini Wonwoo tak menganggapnya. Seolah keberadaannya lenyap.
Mingyu berusaha mencari perhatian Wonwoo. Menggerakkan barang, membuat suara-suara, meninggalkan jejak. Ia ingin Wonwoo sadar akan keberadaannya.
Wonwoo kesal. Ia benci. Ia berusaha menghilangkan Mingyu dari pikirannya. Dari hidupnya. Tak seharusnya dia memiliki teman khayalan di usianya yang sebesar ini.
Wonwoo mengabaikan eksistensinya. Mengabaikan seluruh pergerakan benda-benda yang ada di kamarnya. Mengabaikan suara-suara asing di telinganya.
Hingga suatu ketika, Wonwoo pulang dari sekolahnya. Melihat kamarnya berantakan. Buku-bukunya berserakan.
Ada sepucuk kertas yang tergeletak di atas meja belajarnya.
Wonwoo mengambilnya. Membacanya dengan perlahan.
Hatinya mencelos melihat pesan yang tertera di atas kertas.
'Wonwoo, aku mencintaimu. Terimakasih atas selama ini. Aku harap kamu selalu mengingatku.
-Mingyu'
Wonwoo mengedarkan pandangannya. Kamarnya kosong. Keberadaan Mingyu tak ada. Lenyap. Selamanya.